Nisazet.com || Siapa sangka passport yang aku bikin dua tahun yang lalu, membawaku terbang pertama kali ke Negeri Jiran. Padahal wishlist nya mau ke Mekkah, ternyata Tuhan punya rencana lain.
Hallo teman-teman, ini kisah perjalanan pertama ke Luar Negeri, memberanikan diri dengan keluar dari zona nyaman. Bermodalkan nekat dan juga kepercayaan bahwa diri ini bisa loh terbang ke Luar Negeri, walaupun masih dalam kategori Asia Tenggara.

Mengapa Memilih Malaysia?
Sebuah pertanyaan yang aku sendiri sedikit bingung menjelaskanya hehe, karena ini perjalanan yang sifatnya dadakan. Semenjak 20 Oktober 2025 penerbangan langsung dari Banjarmasin ke Kuala Lumpur resmi dibuka. Sungguh indah dunia, tanpa harus transit atau terbang ke Jakarta atau Surabaya terlebih dahulu.
Cerita ini berawal dari dua manusia yang gabut melihat tiket pesawat, siapa sangka dari yang gabut tiba-tiba diseriusi. Biasanya obrolan ala-ala gen z, kamu yes aku juga yess. Nah ini kalau teman aku berangkat, aku pun memutuskan berangkat juga. Karena pada saat harganya sangat mendukung, alias promo. Alhasil kita memutuskan issued tiket dengan kejar-kejaran waktu diskon. Tiket Pun telah terbit, sontak kami berdua langsung tertawa terbahak bahak. Yapss akibat dua orang gabut yang mencoba pertama kali ke Kuala Lumpur. Petronaaaas aku datangg~
- Alasan lain mengapa memilih Malaysia karena :
- Jaraknya cukup dekat dengan Indonesia
- Bahasa dan Budaya yang masih mirip
- Sangat cocok untuk perjalanan pertama ke Luar Negeri.
Persiapan Sebelum Berangkat Ke Malaysia
Namanya juga baru pertama kali, jadi semua fyp yang ada di beranda isinya tentang Malaysia hehehe. Jadi kaya belajar ilmu baru lagi. Beberapa hal yang aku siapkan sebelum berangkat ke Malaysia :
- Paspor yang masih berlaku
- Tiket pesawat pulang-pergi
- Tempat penginapan
- Uang Cash Ringgit Malaysia
- Itinerary dalam bentuk kertas print ( ini mengantisipasi ketika di Imigrasi kita kesulitan menjawab pertanyaan dari petugas, nah cara simple yang aku lakukan yaitu membuat itinerary dalam bentuk print out.
- Obat-obatan pribadi
- Latihan fisik, sama jaga kesehatan. (Kenapa ini bisa dibilang bentuk persiapan, ya karena untuk aku yang pertama kali pergi ke Luar Negeri menjaga kesehatan itu penting. Kan tujuan awal berwisata kan, amit-amit deh di Negeri orang tiba-tiba sakit. Selain itu juga, sering-sering latihan fisik kardio atau angkat beban, karena akan sering jalan kaki hihi.

Hari H Keberangkatan – Malaysia aku datang
Sebelum memulai hari H keberangkatan alangkah baiknya flashback sedikit ya. Di Awal cerita ada aku sindir tentang promo tiket kan, nah saking buru-burunya ternyata ketika temanku menginput kewarganegaraan punya ku yang harusnya IDN alias Indonesia eh malah dipilih IND India. Hal itu kita sadari ketika mau pesan tiket Pulang. Sebuah handphone pintarnya langsung mengisi data otomatis yang mana warga negara punyaku terjadi kesalahan.
Panik? ya tentu lah, alhasil kita coba datang ke Bandara kita tanya reception maskapai Air Asia tersebut, untungnya bisa. Jadi nanti 3 jam sebelum cek-in wajib ubah data. Alhamdulillah tidak ada kendala, untungnya bisa diperbaiki.
Pada hari h keberangkatan, kita berangkat pagi-pagi buta, mengingat jarak dari Kota Banjarmasin ke Bandara lumayan memakan waktu 45 menit – 60 menit tergantung kepadatan jalan raya. Sampailah di Bandara, langsung antri cek-in jelaskan kronologi, diminta paspor data bisa diubah, lebih beruntungnya lagi dapat seat kursi paling depan duduk samping jendela. Memang yaaah rejeki nggak bakalan kemana-mana.
Ternyataaa keberangkatan kami ke Malaysia berbarengan dengan para rombongan tour, nah ada moment yang lucu pas lagi antri proses cek-in tiba-tiba aku bertemu dengan guru SMA ku dahulu, sebuah reuni yang tidak disangka-sangka. Bdw teman-temans, air asia memang tidak menyediakan bagasi ya. Jadi hanya cabin 7kg, ketika mau beli bagasi bisa banget.
Setelah semuanya selesai rasa haus tiba-tiba datang, berilah aku satu botol air minum, setelahnya ku masukan dalam tas. Proses masuk berjalan lancar. Aku dan temanku menunggu proses masuk antri ke pesawat. Kurang lebih menunggu 30 menit, akhirnya kita dibolehkan masuk ke pesawat, jeng-jeng pada saat security check terakhir ternyata dilarang membawa air minum, jadinya harus dibuang deh atau kalau mau minum lagi tetapi ditempat security check yaa. Namanya juga penerbangan pertama yaa, jadi kurang tahu tentang dunia penerbangan Internasional xixixi.

Sebelum masuk ke Bandara, kita ditanyain sama pihak imigrasi, maklum masih manual, ditanya berapa hari di Malaysia, menginap dimana, sama siapa? untungnya masih dalam lingkup Indonesia yah, jadi tidak jadi penghalang dengan Bahasa. Asalkan jangan gugup ya.
Selesai melewati Imigrasi kita menuju pesawat, jadi pas masuk pesawat kayak vibes Malaysia sudah berasa banget hihi, kok bisa? iyaa kan pramugarinya menggunakan bahasa melayu yang mana bahasa ini sering didengar ketika mendengar serial upin dan ipin.
Penerbangan Malaysia ditempuh dalam jarak 2 jam 40 menit, sungguh sangat tidak berasa, apalagi untuk aku yang senang melihat awan di samping jendela. Oh iya lupa, untuk AC pada pesawat air asia dinginnya kebangetan loh, worth it banget untuk harga tiket kisaran 800.000,- sudah dapat experience yang luar biasa.
Untungnya perjalanan ke Malaysia dari Banjarmasin tidak ada kendala ya, semuanya aman, sampai pesawat mendarat di KLIA 1 juga aman. Saatnya memulai perjalanan di Negeri Jiran. Jadi tidak sabar bagaimana cara menghadapi petugas imigrasi Malaysia, akankah ada kendala? Yuks simak cerita berikutnya yaaaaa

Salam Sugar ♥







Tinggalkan komentar