Nisazet.com || Sudah 2 hari aku menginap ditempat Saudaraku yang ada di Jakarta Pusat, selama itu juga aku tidak kemana-mana, alasanya badan masih terasa capek habis jadi baby sitter dua bocil keponakanku. Yaps kami kemarin liburan bersama ke Bandung, abang ku, istri dan kedua anaknya memutuskan untuk langsung pulang ke Banjarmasin, sedangkan aku memilih tinggal lebih lama untuk sekedar istirahat, serta menjelajah kuliner yang rame plus juga viral yang berada di Blok M.
Pagi itu aku bangun memang sengaja lebih awal, sudah mandi dan siap-siap, saudaraku juga sudah siap untuk ke Kantor. Sebelum Ia bertanya lebih dahulu, aku menjelaskan niat awalku, mau coba jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Ia cuma berpesan untuk hati-hati. Kami keluar bersamaan ia ke arah kantornya, sedangkan aku menuju ke Stasiun.
Dari Kos-kosan Daerah Kebon Kacang Menuju Stasiun Tanah Abang, Perjalanan diMulai Dengan Jalan Kaki
Ternyata kegabutan ini benar-benar terjadi, aku memang suka random, suka dadakan, contohnya kaya pagi ini udah rapi dan sudah memulai langkah menuju Stasiun Tanah Abang, orang-orang disekitar juga banyak jalan kaki jadi benar-benar tidak terasa sepinya. Selain itu juga ditemani sama mobil dan motor yang lagi terjebak kemacetan. Suara klakson yang bersahut-sahutan.
“Keren ya mereka yang sudah terbiasa dengan panasnya kota Jakarta”
Kalau aku baru sehari aja udah rada pusing, iya lumayan shick sharkshock ikut merasakan euforia kepadatan di pagi Hari. Tanpa terasa waktu 20 menit berlalu akhirnya aku sampai di tujuan pertama stasiun Tanah Abang.
Stasiun Tanah Abang Menuju Stasiun Manggarai Pertama Kali Naik KRL
Napas masih terengah engah, maklum beberapa bulan terakhir aku memang jarang banget berolahraga, makanya ketika jalan kaki sudah terasa capeknya. Nah ini juga merupakan pengalaman pertama naik KRL, sempat bingung juga untungnya ada security yang bertugas jadi bisa tanya-tanya langsung.

Memang harus mencoba terlebih dahulu ya, baru bisa kita melewatinya. Kereta jalan menuju Stasiun Manggarai untuk melakukan transit, kemudian aku keluar dan pindah jalur untuk menuju tempat yang aku inginkan. Yaps Bogor, katanya sih tempatnya adem, ya mari kita coba kesana.
Tinggal di sebuah Kota yang transportasinya mendukung itu enak banget tau, bayangkan aku ke Bogor cuma bayar kisaran Rp5.000,- jaraknya jauh banget lagi. Coba kami yang di Kalimantan untuk antar kabupaten rata-rata dilalui kisaran 4 jam. Sungguh terasa sekali perbedaanya hahaha.

Akhirnya Sampai Bogor – Cuaca Panas Tetapi Rasa Udara Sejuk dan Adem
Tidak berasa beberapa kali singgah stasiun, perjalanan kurang lebih 1,5 jam akhirnya aku sampai di Stasiun Bogor. Nah dari sini aku langsung memesan ojol untuk bisa mengantar aku ke Kebun Raya. Kalau mendefinisikan Kota Bogor ini Panas tetapi udaranya adem dan sejuk, nah itu lah yang kurasakan. Jadi keringat gak netes, karena banyak pohon juga kali ya makanya dingin.
Naik ojol sambil ngobrol-ngobrol bentar akhirnya sampai ke tujuan utama Kebun Raya Bogor.

Kebun Raya Bogor Tiket Masuk Serta Jam Operasional
Aku memutuskan untuk masuk ke dalam, berjalan kaki sebentar, nanti ada loket dan juga tangan aku distempel yaa, bukti kalau memang kita sudah beli tiketnya.

Nah buat yang penasaran berapa harga tiket masuk Kebun Raya Bogor sini aku jelaskan :
- Senin-Jumat Rp15.500 per orang
- Weekend/Libur Nasional: Rp25.500 per orang
- Tiket Masuk Museum Zoologi: Rp15.000 – Rp25.000
- Kalau teman-teman yang bawa motor ada biaya parkir motor sebesar: Rp5.000
- Sedangkan untuk roda empat / Mobil: Rp50.000
Adapun Jam Operasional Kebun Raya Bogor itu
- Senin – Jumat: 08.00 – 16.00 WIB
- Sabtu, Minggu & Libur Nasional: 07.00 – 16.00 WIB
Kemarin aku beli langsung, ternyata bisa juga lewat aplikasi pihak ketiga seperti aplikasi sayap biru, atau bisa kalian buka website resmi kebunraya.id

Kebun Raya Bogor Bukan Tentang Healing
First Impression ini adem benar benar adem, bikin betah buat lama-lama. Sayangnya kemarin aku lupa bawa buku bacaaan, padahal suasana cocok untuk healing dan relaksasi. Jadi kita benar-benar mendengarkan suara alam, sejauh mata memandang warna hijau yang paling mendominasi. Etsss bukan cuma soal healing tetapi menurutku ketika ke Kebun Raya Bogor semacam Sekolah Alam, jadi setiap pohonya diberikan nama latin dari pohon tersebut.


Aku memutuskan untuk jalan kaki, berkeliling sendiri sambil sesekali singgah untuk membaca tulisan atau papan informasi, semakin jauh perjalanan rasanya kaki ini mulai terasa pegal, dan bakalan memakan banyak waktu ketika ingin menjelajah Kebun Raya Bogor ini. Alhasil aku ikut antri di barisan ibu-ibu yang lain untuk menyewa sepeda listrik.

Ternyata remaja jumpo ini tidak kuat juga shayy, perlu alat bantu untuk memudahkan mobilisasi hahaha. Aku lupa kemarin berapa menyewa sepeda listrik, kisaran Rp75.000,- untuk perjamnya. Syaratnya meninggalkan kartu tanda penduduk atau bisa SIM yaa. Tetapi worth it loh. Aku aja kemarin duduk santai dikursi sambil beberapa kali merekam pemandangan yang benar-benar indah.



Rasanya ini perjalanan yang aku sukai, diam, tidak banyak aktifitas lebih menyatu dengan alam, berkeliling dan aneh saja aku yang gabut di kos ternyata sangat amat menikmati hahaha.
Setelah sudah dirasa puas berkeliling, aku memutuskan untuk menyudahi saja, karena bakalan pulang ke Kos, dan aku juga tidak terlalu tahu tempat ini, serta jadwal terakhir KRL. Takut-takut kan ketinggalan haha. Next time kita kemana lagi??
Salam Sugar ♥







Tinggalkan komentar