Tektok Ke Gunung Birah – Indahnya Melihat Matahari Tenggelam

Nisazet.com

Februari 14, 2026

5
Min Read
wisata gunung birah

Nisazet.com || Gunung Birah terletak di desa Kandangan Lama Kecamatan Panyipatan Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Gunung ini memiliki ketinggian 367 Meter diatas Permukaan Laut. Dari atas puncak Gunung Birah kita bisa melihat langsung pesisir pantai. 

Ide Dadakan yang Akhirnya Terlaksana – Perjalanan Pertama Ke Gunung Birah

Naik gunung? sebuah ide yang bisa dikatakan cukup estrime ya, ketika satu pop up whatsapp muncul di layar hpku. Yaps pesan itu dari sobat ambyar ku yang bernama Heny, kita sahabatan sudah lebih dari 13 tahun. Karena sifatnya dadakan alhasil tanpa persiapan apapun hehe.

Perjalanan dimulai dari Banjarmasin ke Pelaihari kita berdua berangkat pukul 08.30 WITA sampai di Pelaiharinya Pukul 11.00 WITA, lumayan terlambat dari estimasi yang diperkirakan, karena di perjalanan tadi aku dan Heny menyempatkan untuk singgah beli camilan dan air minum untuk bekal di Gunung Nanti. Oh iya teman-teman karena naik gunung ini sifatnya tektok ya, jadinya kita tidak banyak membawa peralatan atau bahan medis lainya.

Selama perjalanan cuaca sangat mendukung alias panas sekali, akhir-akhir ini Banjarmasin memang jarang diguyur hujan. Disatu sisi senang karena  jalan ke Gunung yang dilewati begitu mudah dan tidak licin, disisi lain juga bikin wajah terbakar matahari hehe.

Ciri khas ketika kita memasuki Pelaihari itu suasana pedesaan yang khas, selain itu juga gunung-gunung sudah kelihatan, ditambah lagi jalan desa yang tidak begitu ramai, padi yang sudah mulai meninggi tetapi belum siap dipanen. Ahh rasanya sungguh tidak sabar memulai perjalanan naik gunung. 

Karena ini merupakan moment pertama naik gunung rasanya begitu antusias, rasa deg-degan, rasa tidak sabar selain itu adanya rasa takut. Iya karena aku yang hobinya rebahan tiba-tiba mencoba jadi anak gunung heheh

Retribusi, Tiket, dan Posko Pendaftaran.

Motor scoopy yang membawa aku dan Heni akhirnya tiba di Parkiran, terlihat sederhana ada gazebo dan posko untuk pendaftaran. Ternyata sudah banyak motor/mobil yang parkir di sana. Namanya juga malam minggu pasti mereka mau menikmati camping disertai pemandangan di malam hari.

Untuk biaya parkir dibayar di awal, harganya cukup terjangkau untuk motor Rp10.000,-  sedangkan untuk mobil itu dikenakan tarif sebesar Rp20.000,-. Sedangkan biaya masuk per orang dikenakan Rp20.000,- 

Pertama-tama sebelum memasuki area untuk mendaki, kita dijelaskan beberapa peraturan serta mengisi data diri, selanjutnya kita diberikan nomor handphone para petugas yang ada di sana. Jadi tujuan misal ada bahaya atau kendala kita bisa menghubungi kontak mereka. Setelah mengisi data sudah selesai, aku dan Heni disuruh menunggu untuk pengantaran, lucu kaan untuk memulai ke pos pertama harus diantar menggunakan mobil pick-up.

 

Jalan yang Bercabang di Gunung Birah –  Pilihan yang Sulit 

Posko pertama dilewati dengan sangat mudah, walaupun matahari serasa diatas kepala, tetapi semangat mendaki gunung kami berdua sangat membara. Jalan yang dilewati masih landai, tanpa ada tanjakan tanpa ada halangan, kiri dan kanan sudah diisi dengan pepohonan yang tinggi. Disini sinyal sudah mulai hilang. Alhasil aku dan Heny hanya mengandalkan papan penunjuk jalan.

Memasuki area posko kedua, kami sempat terkendala dengan pernafasan. Rasanya naik gunung ini benar-benar menguras energi, selain dikarenakan jalan yang menanjak,ditambah batu-batu pegunungan yang membuat kadang kali kaki ini tanpa sengaja salah pijakan alhasil badan menjadi oleng. 

Sungguh perjalanan yang menyenangkan, posko kedua menuju posko ketiga aku dan Heny memang tidak memaksakan, alhasil kami berdua memilih sebentar berhenti. Lebih dari 10x kami berhenti saking capeknya haha.

Menuju posko ketiga, kami dihadapkan dua pilihan jalan yang bercabang, tanjakan ekstrim tidak cocok untuk pemula, atau memilih jalan yang fun cocok untuk pemula, tetapi kekurangannya ada satu, lebih lama sampai ke puncak. Sambil menarik dan menghembuskan nafas kami memutuskan untuk mengambil jalur yang nomor dua. YAPS JALAN TANPA TANJAKAN

Puncak Gunung Birah di Depan Mata

90 menit berlalu, setelah lebih dari 30 kali persinggahan dan didahului sama pendaki yang lain, akhirnya aku dan Heny melihat puncak Gunung Birah sudah didepan mata. Tetapi kami memutuskan untuk istirahat sejenak pada gazebo.

Istirahat kami sudah selesai, aku dan Heny membersihkan barang-barang serta sampah camilan yang kami makan, tinggal 10 menit lagi perjalanan akhir kami untuk sampai puncak akan segera tiba.

Sungguh tanjakan kepuncak ini bikin ngos-ngosan aslinya curam banget haha. Dengan bermodalkan bismillah kami berdua menghabiskan tenaga, akhirnya bisa sampai di puncak Gunung Birah dengan selamat.

Jujur ya, untuk aku tektok ke Gunung Birah ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan, sudah banyak tenda yang terpasang, sebagian dari mereka juga melakukan foto-foto pada icon batu yang ada tulisan Gunung Birah. Aku dan Heny juga tak kalah fomo untuk ikut antri pada icon tersebut.

 

Setelah puas berfoto-foto kami berdua duduk menghadap Pantai, sungguh indah banget pemandangan dari atas. Sambil cerita tentang kehidupan pribadi, jadi semacam sesi curhat bersama. FYI aku dan Heny memang sahabatan tetapi kami berdua terpisah jarak, waktu, Kota dan Provinsi.

Ngobrol sama teman yang satu frekuensi itu asik kan, waktu juga cepat berputar tidak terasa sunset akhirnya tiba. Untungnya langit lagi cerah alhasil sunset kali ini benar-benar cantik. Apalagi ketika melihatnya langsung diatas Gunung Birah xixixi.

Sekian perjalanan tektok Gunung Birah Wisata Kalimantan Selatan, matahari juga sudah benar-benar tenggelam, yang menjadi pertanyaan bagaimana nanti turunnya? HAHAHAHA

Salam Sugar ♥

 

Tinggalkan komentar